Dalam teori psikoanalisa dinyatakan bahwa hampir sebagian besar perilaku dipengaruhi oleh kekuatan dari unconscious dan energi fisik yang kita miliki juga banyak digunakan untuk menemukan ekspresi yang sesuai dalam unconscious. Sigmund Freud membagi kepribadian ke dalam tiga tingkatan kesadaran.
A. Alam sadar (conscious). Kita sadar akan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, yang dapat kita lihat dan rasakan. Mencakup semua sensasi dan pengalaman yang kita sadari. Freud menganggap alam sadar itu aspek yang terbatas karena hanya porsi kecil dari pikiran, sensasi, dan ingatan yang siaga di alam sadar. Ia menghubungkan pikiran dengan sebuah gunung es dimana alam sadar berada di ujung es yang terapung.
B. Alam pra-sadar (preconscious). Bagian dimana kita dapat menjadi sadar jika kita menghadirkannya. Waktu yang diperlukan untuk membawa informasi ke tahap conscious inilah yang disebut sebagai preconscious. Merupakan gudang dari memori, persepsi, dan pikiran kita dimana kita tidak secara sadar, siaga setiap waktu tetapi kita dapat dengan mudah memanggilnya ke alam kesadaran.
C. Alam bawah sadar (unconscious). Proses mental yang terjadi tanpa adanya conscious atau mungkin terjadi dengan adanya pengaruh yang khusus. Merupakan fokus dari teori psikoanalisa. Bagian yang besar di dasar gunung es yang tidak kelihatan yang merupakan rumah dari instink, pengharapan, dan hasrat yang mengarahkan perilaku kita dan tempat penyimpanan kekuatan yang tidak dapat kita lihat dan kita kendalikan.